Saham & Pasar Modal • Riset & Edukasi Finansial
Fokus Kajian: Strategi Momentum Investing, Relative Strength Sektoral & Timing Rotasi Saham
INDEKS KURIKULUM & PUBLIKASI

Modul Edukasi: Strategi Momentum Investing, Relative Strength Sektoral & Timing Rotasi Saham

Telusuri seluruh publikasi riset mendalam yang disusun oleh tim analis PasarCuan Momentum. Gunakan kolom pencarian di bawah untuk memfilter topik atau instrumen spesifik.

MODUL 01 • Analisis Relative Strength • Saham Market Leaders vs IHSG

Kuantifikasi Relative Strength (RS Line & Mansfield RS): Memilih Saham Pemimpin Pasar (Market Leaders) yang Mengalahkan IHSG

Mengupas tuntas mekanisme perhitungan garis RS (Harga Saham / Harga IHSG) dan Mansfield Relative Strength yang dinormalisasi terhadap rata-rata 52 minggu untuk mengidentifikasi saham mana yang sedang ditahan dan diakumulasi institusi saat pasar umum melemah pada Saham Market Leaders vs IHSG melalui pembacaan variabel perbedaan krusial antara Relative Strength (perbandingan kinerja harga saham dibagi indeks IHSG) dengan indikator osilator Relative Strength Index (RSI). Dilengkapi acuan empiris sinyal paling eksplosif dalam investasi momentum: ketika garis RS Line berhasil mencetak titik tertinggi baru (RS New High Before Price) sementara harga sahamnya masih berkonsolidasi tepat di bawah garis resistensi breakout sebagai filter eksekusi terukur.

2026-08-05 (11 Menit) Buka Materi →
MODUL 02 • Rotasi Sektoral • 11 Indeks Sektoral IDX-IC BEI

Membaca Relative Rotation Graphs (RRG): Memetakan Perputaran Sektor dari Kuadran Improving, Leading, Weakening, hingga Lagging

Telaah struktural pada instrumen 11 Indeks Sektoral IDX-IC BEI yang membedah peran diagram empat kuadran Relative Rotation Graphs (RRG) karya Julius de Kempenaer yang memplot sumbu horizontal JdK RS-Ratio (tren kekuatan relatif) terhadap sumbu vertikal JdK RS-Momentum (kecepatan perubahan kekuatan) dalam mengonfirmasi perputaran searah jarum jam (clockwise rotation) dari kuadran Lagging (kiri bawah) -> Improving (kiri atas) -> Leading (kanan atas) -> Weakening (kanan bawah) seiring perpindahan aliran dana institusional antar-sektor, disertai kalibrasi parameter titik masuk sektoral paling menguntungkan terjadi ketika ekor sektor di kuadran Improving bergerak ke arah kanan atas (Heading 0–90 derajat) menyeberangi garis vertikal 100 menuju kuadran Leading, atau saat sektor di kuadran Weakening berbelok kembali (Hook Back) langsung ke Leading.

2026-08-20 (12 Menit) Buka Materi →
MODUL 03 • Faktor Kuantitatif • Semesta Saham IDX80 & Kompas100

Strategi Cross-Sectional Momentum 3-6 Bulan: Membeli Saham Pemenang (Winners) dan Menghindari Saham Pecundang (Losers)

Panduan analitis berbasis data untuk memvalidasi faktor akademis Cross-Sectional Momentum (Jegadeesh & Titman) dengan rumus peringkat imbal hasil 6 bulan terakhir dikurangi 1 bulan terakhir (6M_1M Momentum) pada Semesta Saham IDX80 & Kompas100 menggunakan tolok ukur kuantitatif pengecualian kinerja 1 bulan paling akhir (skip-month convention) untuk menghindari efek pembalikan jangka sangat pendek (short-term mean reversion) sekaligus menyaring kualitas kemulusan tren menggunakan metrik Frog-in-the-Pan (persentase hari positif) dan protokol mitigasi risiko.

2026-09-04 (11 Menit) Buka Materi →
MODUL 04 • Pola Struktur Harga • Saham Superperformance Stage 2

Anatomi Volatility Contraction Pattern (VCP) Mark Minervini pada Saham Momentum Fase Stage 2 Uptrend

Dekonstruksi mendalam atas dinamika Saham Superperformance Stage 2 yang menghubungkan fenomena proses perpindahan saham dari tangan spekulan lemah ke tangan institusi kuat yang terlihat dari semakin dangkalnya persentase koreksi di setiap ayunan (misal koreksi pertama -20%, koreksi kedua -10%, dan koreksi ketiga hanya -4%) disertai pengeringan volume dengan ambang batas titik beli berisiko paling rendah (Line of Least Resistance) tepat ketika kontraksi terakhir (T3 atau T4) menyempit di bawah 5% dengan volume harian paling sepi dalam 30 hari, lalu ditembus ke atas dengan ledakan volume >200% guna mengoptimalkan keputusan transaksi.

2026-09-19 (12 Menit) Buka Materi →
MODUL 05 • Sinyal Puncak Momentum • Saham Reli Parabolik

Deteksi Puncak Momentum (Climax Run) dan Rotasi Keluar Saat Terjadi Pelebaran Jarak Harga terhadap Moving Average 50

Riset eksekutif PasarCuan Momentum mengenai korelasi fenomena Climax Run (Blow-Off Top) ketika kenaikan harga yang tadinya terukur berubah menjadi vertikal parabolik dengan rentang harian terlebar sejak awal tren terhadap hukum regresi menuju nilai rata-rata (Mean Reversion to Moving Average) di mana harga yang sudah terentang lebih dari 30%–40% di atas garis MA 50 ibarat karet gelang yang ditarik terlalu jauh dan siap menyentak balik dengan keras pada Saham Reli Parabolik, lengkap dengan matriks operasional Jarak Ekstensi dari MA 50 hingga Rotasi Modal Pasca-Exit.

2026-10-10 (10 Menit) Buka Materi →